Menjadi manusia terbaik di hadapan manusia itu ternyata sangatlah susah dan payah, tapi menjadi baik di mata Allah begitu mudah dan indah.
Banyak sekali seseorang yang datang, seketika menganggap "manusia terbaik" namun julukan itu ada, jika kita melakukan kebaikan untuknya.
Namun ketika kita melakukan kesalahan terhadap mereka, meskipun sekali saja. Dengan mudahnya mereka mengingat kesalahan yang diperbuat untuk setiap saat.
Lalu melupakan kebaikan seseorang, hanya dalam waktu singkat. Terkadang kita sebagai manusia bingung, jika harus menjadi baik di mata manusia, karena pasti ada saja salahnya di sudut pandang mereka.
Hingga akhirnya manusia yang tidak kuat akan keimanannya. Mereka akan berubah menjadi manusia yang jahat, bahkan menjadi sosok sejahat-jahatnya.
Dari sinilah, seketika menyadarkan penulis bahwa awal mula manusia "terjahat pasti bermula dari manusia terbaik yang akhirnya menjadi manusia paling jahat"
Bahkan semua yang rusak di dunia, ternyata akibat ulahnya manusia. Meskipun begitu, tetaplah menjadi "manusia terbaik" meskipun kamu tidak diperlakukan baik.
Karena bukan kebaikan yang salah, mungkin kamu hanya belum tepat dipertemukan dengan seseorang yang paling tepat.
Bismillahirrahmanirrahim, cepat atau lambat, semoga Allah mempertemukan dengan "manusia terbaik". Jika tidak mempertemukannya, maka jadilah salah satunya.
Teruntuk kamu:
Quote: "Saat kamu terluka hanya karena 1 orang. Jangan menganggap semua orang sama. Sebab diluar sana masih banyak orang baik yang belum kamu temui"
Semoga bermanfaat...
Terima kasih...
Komentar