Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat datang, sobat setia motivasi umisa. Sudah siap membaca? Yuk simak motivasinya...
Karya: Umi Saputri
Kebanyakan orang mungkin pernah menjadi korban read chat di sosial media. Entah mereka melakukan itu semua karena sengaja, atau memang tidak sengaja...
Tapi jika hal tersebut terjadi lebih sering, itu sudah bukan kesengajaan melainkan kebiasaan. Jangan sampai hanya karena read chat, teman kita yang sedang membutuhkan pertolongan merasa terabaikan...
Sesibuk apapun kalian, biasanya untuk menghargai sesama, meskipun hanya dengan menjadi manusia "fast respon". Mengingat, sekarang kita hidup bukan hanya di sosial media yang penuh tipu daya, namun juga hidup di dunia yang sangat fana...
Seperti contohnya: saat dimedia sosial orang bisa saja terlihat pendiam, padahal aslinya tidak begitupun sebaliknya. Namun hal tersebut tidak menjadi tolak ukuran, setidaknya kita berusaha untuk menyeimbangkan...
Sebagaimana kita menghargai mereka, seperti itulah kita menghargai diri sendiri. Jangan sampai read chat menjadi berujung penyesalan, untuk itu hargailah setiap pesan masuk dari siapapun...
Karena terkadang, chat yang kita anggap tidak penting bisa saja sangat berharga untuk mereka. Jangan buat seseorang menunggu, jika kita sendiri tidak ingin menunggu. Dan jangan read chat, jika kita sendiri tidak suka read chat...
Berupayalah semaksimal mungkin, jika memang tidak sempat membalas cepat atau telat, setidaknya ungkapkan kata "maaf dan alasan". Meskipun tidak semua orang akan menghargai kata "maaf dan alasan", namun setidaknya kita belajar menghargai sesama...
Karena sekarang bentuk menghargai sesama, bukan hanya dilihat secara kasat mata, namun bisa juga dilihat secara online di media. Dan kita sebagai korban read chat, tidak seharusnya menyalahkan mereka. Karena setiap orang punya kesibukan...
Quote: Tugas kita hanya perbanyak Husnudzon dan persempit Suudzon @umisa._
Semoga bermanfaat.
Terima kasih.
Komentar