Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat datang, sobat setia motivasi umisa. Sudah siap membaca? Yuk simak motivasinya...
Sejauh ini, masih banyak orang-orang yang melakukan ketaatan tapi dia tidak jauh dari kemaksiatan...
Seperti contohnya: "banyak banget orang-orang muslimah yang memakai pakaian syar'i tapi melakukan pacaran, seolah hijrah yg dilakukan hanya untuk menemukan pasangan"...
Hingga menimbulkan, beragam komentar dari netizen. Katanya "taat kok maksiat". Seharusnya kita tahu juga, bahwa manusia hidup memang tempatnya salah dan khilaf...
Kita juga harus menyadari bahwa manusia adalah makhluk yang tidak akan pernah luput dari salah dan khilaf. Maka dari itu, kita sebagai seorang hamba semaksimal mungkin menasehati orang-orang agar jauh dari kemaksiatan...
Masalah dia akan "taat atau kembali maksiat" itu sudah menjadi hak mereka, karena tugas kita tidak lain memberikan nasehat kepadanya bukan memaksanya...
Untuk itu, meskipun kamu sedang/pernah/akan melakukan kemaksiatan, jangan pernah malu untuk melakukan ketaatan. (seperti: TETAP SHOLAT MESKI MAKSIAT, dan TETAP HADIR KAJIAN MESKIPUN MELAKUKAN KEMAKSIATAN)...
Karena, disaat para pelaku kemaksiatan menyesali kesalahannya, lalu bertaubat kepada Allah. Selagi dia tulus bertaubat, seketika itu juga Allah akan mengampuninnya...
Tidak di pungkiri, menjadi manusia taat juga banyak godaan maksiat, sehingga tugas kita adalah bertahan dengan keimanan. Seandainya kita sudah terlanjur terjerumus kejurang kemaksiatan, pintaku tetaplah melakukan ketaatan...
Karena kita tidak tahu, ketaatan mana yang mampu menghapuskan semua kemaksiatan yang pernah dilakukan...
Percayalah bahwa Allah maha pengampun. Bahkan, Allah lebih menyukai pelaku maksiat yang bertaubat dari pada ahli ibadah tapi penuh kesombongan...
"Bahkan pakaian yang bernoda, kita cuci berkali-kali, dan sekali pakai kita cuci, tujuannya agar bersih kembali, dan bisa dipakai lagi, begitupun dengan orang taat tapi maksiat".
Semoga bermanfaat.
Terima kasih.
Komentar